25 January 2021

Grand Indonesia Dihukum Membayar Ganti Rugi Sebesar 1 M karena Melanggar Hak Cipta

MediaJustitia.com: Gugatan kepada PT. Grand Indonesia atas dugaan pelanggaran hak cipta atas penggunaan logo Tugu Selamat Datang diajukan oleh Sena Maya Ngantung, Geniati Henebe Ngantoeng, Kamang Solana, dan Christine Pricilla Ngantung selaku ahli waris dari Henk Ngatung atas penggunaan logo Tugu Selamat Datang tanpa izin dari pemilik atau ahli waris dari Henk Ngatung yang merupakan pembuat sketsa Tugu Selamat Datang pada 30 Juni 2020 yang terdaftar dengan nomor register perkara 35/Pdt.Sus-HKI/HakCipta/2020/PNJkt.Pst.

Dalam putusan yang disahkan dalam sidang putusan tertanggal 2 Desember 2020 tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Agung Suhendro memutuskan almarhun Henk Ngantung sebagai pencipta sketsa Tugu Selamat Datang berdasarkan Surat Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Nomor HKI.2-KI.01.01-193 tertanggal 25 Oktober 2019 tentang pencatatan pengalihan hak cipta atas ciptaan tercatat nomor 46190, dan ahli warisnya sebagai pemegang hak cipta atas sketsa Tugu Selamat Datang.

Selain itu, Pt. Grand Indonesia juga dihukum membayar ganti rugi sebesar R. 1 miliar. Dengan amar putusan “Menghukum tergugat (GI) untuk membayar kerugian materiil yang dialami penggugat atas penggunaan logo Grand Indonesia sebesar Rp. 1 miliar yang dibayarkan secara penuh dan sekaligus setelah putusan dalam perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap.

Adapun manajemen PT. Grand Indonesia menyatakan siap membayar ganti rugi senilai Rp.1 miliar yang ditetapkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akibat telah melanggar hak cipta karena menggunakan Grand Indonesia atas penggunaan sketas Tugu Selamat Datang sebagai logo Mall tanpa izin “ Kami menghormati ketentuan hukum yang berlaku, jadi apa yang kami haru slakukan akan kami lakukan.” Ucap Corporate Communication Manager Mall Grand Indonesia Dinia Widodo.

Kendati demikiaan, hingga saat ini pihak manajemen masih berkoordinasi apakah akan mengajukan banding atau tidak atas putusan PN Jakarta Pusat tersebut. Namun Dinia menyatakan bahwa Grand Indonesia telah mendaftarkan logo tersebut kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM sejak 2004 lalu.

Baca Juga

Pusat Studi Terkait

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *