28 May 2020

Wahyu Setiawan Jalani Sidang Dakwaan Hari Ini

Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (Suara.com/Welly Hidayat)

MediaJustitia.com: Mantan Komisioner Komisi Pemlilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dijadwalkan akan menjalani sidang pembacaan dakwaan hari ini Kamis, (28/5). Dakwaan tersebut akan dibacakan oleh Jaksa KPK di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta.

“Sesuai agenda, hari ini sidang dakwaan mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fredeliana,” ujar Jaksa KPK Takdir Suhan.

Menurut jadwal, sidang akan dimulai pada pukul10.00 WIB. Meningat situasi Covid-19 saat ini, sidang akan digelar secara virtual, jaksa KPK dan majelis hakim berada di ruang sidang sementara terdakwa akan berada di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Majelis hakim, JPU dan perwakilan tim penasihat hukum tetap hadir di ruang sidang PN,” katanya.

Dalam kasus ini, KPK menjerat empat tersangka, yaitu eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku. Saeful dan Harun dijerat sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

Wahyu dijerat saat menjabat Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lalu, Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta dan Harun adalah bekas caleg PDIP.

Saeful terlebih dahulu masuk di tahap persidangan. Saeful Bahri didakwa memberikan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan senilai total SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta melalui Agustiani Tio. Kini Saeful bersiap menghadapi sidang vonis, sebelumnya dia dituntut jaksa KPK 2,5 tahun penjara.

Uang diberikan dengan maksud agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Partai PDI Perjuangan dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil I Sumsel kepada Harun Masiku Dapil I Sumsel.

 

 

Baca Juga

Pusat Studi Terkait

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *