Kompetisi Dunia Karir Meningkat dan Ketat, KAHGAMA Berikan Strategi Hadapi Dunia Kerja

12 October 2023 | 35

MediaJustitia.com: Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (KAHGAMA) mengajak kalangan masyarakat untuk bertekad mempersiapkan diri dan menentukan karir sesuai bakat, talenta dan kompetensinya. KAHGAMA mewadahinya dengan menyelenggarakan webinar bertajuk “Peluang dan Tantangan Menghadapi Dunia Kerja”.

Kegiatan disambut dengan antusias oleh para peserta mengingat kompetisi dalam dunia karir profesional semakin meningkat dan ketat, terlebih dengan bonus demografi yang terjadi di Indonesia, sehingga diperlukan sebuah upaya persiapan untuk menghadapinya.

“Perubahan teknologi, perubahan iklim, dan perubahan sosial telah mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan. Sebagai hasilnya, kita semua perlu terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar tetap relevan dalam dunia kerja yang dinamis ini,” ujar Andriansyah Tiawarman K, S.H., M.H. (Ketua Panitia Pelaksana dan Koordinator bid. Humas KAHGAMA).

Andrian menyatakan bahwa webinar hadir sebagai bentuk komitmen KAHGAMA dalam memberikan kontribusi nyata bagi para mahasiswa, alumni, dan seluruh generasi muda Indonesia calon pemimpin masa depan agar mampu menghadapi tantangan dan memperbesar peluang dalam menghadapi dunia kerja untuk masa depan yang lebih baik. 

Hal serupa disampaikan oleh Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada). Menurutnya, alih-alih cemas, seyogyanya kita memiliki cara berpikir kreatif, inovatif, dan berkemauan untuk berkembang.

“Saya selaku dekan mengucapkan terima kasih kepada KAHGAMA yang telah menangkap kebutuhan masyarakat dan menyelenggarakan webinar ini. Selamat mengikuti webinar untuk mengambil manfaat dan berpikir kreatif. Ubah tantangan menjadi peluang!” tegas Dahliana.

Prof. Dr. Paripurna Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M. (Ketua Umum KAHGAMA) turut menegaskan mengenai bonus demografi yang tengah dihadapi oleh Indonesia harus akomodir dengan baik. 

“Saat ini jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh usia produktif, di mana penduduk laki-laki berusia produktif berjumlah 96 juta penduduk dan wanita 94 penduduk. Jumlah penduduk yang tinggi dapat menjadi bonus demografi yang diibaratkan pisau bermata dua, apabila bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan memberikan manfaat perekonomian bagi Indonesia,” ujar Prof. Paripurna.

Menurutnya, saat ini persaingan kerja semakin kolektif karena perkembangan IT telah mengubah banyak hal. Meskipun demikian, peluang kerja juga berkembang pesat seiring dengan meningkatnya tantangan di dunia kerja.

Webinar terselenggara secara daring pada Kamis (12/10/23) dengan diikuti oleh hampir 300 orang yang tergabung melalui Zoom Meeting

Sesi pemaparan materi dan diskusi peserta dipandu oleh Bhirawa Jayasidayatra Arifi, S.H., LL.M. (Wakil Sekretaris Jenderal KAHGAMA) selaku moderator. Adapun narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini antara lain Prof. Anwar Sanusi, Ph.D (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI), Issuhersatyo (Division Head Human Capital Development PT. Bank BRI (Persero) Tbk.), Erlangga D.A. Gaffar (VP ICCA, In House Counsel PT Kideco Jaya Agung), Haryo Utomo S (Managing Director PT Headhunter Indonesia). 

Kegiatan turut dihadiri oleh H. Ganjar Pranowo, S.H., MIP (Ketua Umum PP KAGAMA). Dalam keynote speech-nya, Ganjar menuturkan bahwa harus harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan pesat yang terjadi.

“Terima kasih kawan-kawan yang sudah menjalankan kegiatan ini, karena hal ini penting untuk mendapat perhatian kita semua di tengah bonus demografi ini. Sekolah dan perguruan tinggi punya PR yang tidak ringan. Rasa-rasanya kurikulum harus disesuaikan, sistem metode mengajar harus lebih modern, dan praktiknya juga harus lebih cepat, harus sat-set, agar kita tidak merasa tertinggal,” ujarnya.

Ganjar berharap melalui webinar ini, transfer of knowledge akan terjadi dan muncul rekomendasi dari segi knowledge dan skill guna menjawab keresahan masyarakat, khususnya mahasiswa dan para pencari kerja.

KAHGAMA juga memfasilitasi para pencari kerja dengan menyediakan sarana penerimaan CV ke dalam dropbox untuk dihubungkan dan digunakan oleh para penyedia kerja, khususnya almuni UGM.

Pemaparan Narasumber

Terlebih dahulu, para peserta disuguhkan point of view dari instansi pemerintah oleh Peraih Satya Lencana dari Presiden pada 2004 dan 2014 Prof. Anwar Sanusi, Ph.D (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI) dengan materi Sinkronisasi Kebutuhan Tenaga Kerja dengan Kompetensi Pencari Kerja. 

“Dari sisi sumber daya manusia, proporsi penduduk usia muda di Indonesia jauh lebih tinggi dari rata-rata negara ASEAN. Hal ini dimaknai sebagai bonus demografi. Kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik maka dapat merubah wajah perekonomian Indonesia,” jelasnya. 

Menghadapi tantangan yang menghadang kedepannya, Anwar juga menyampaikan sarannya kepada para tenaga kerja muda untuk memiliki motivasi karena kompetitifnya dunia kerja, peningkatan peluang dengan terus belajar, dan memanfaatkan jaringan dengan orang sekitar. 

Selanjutnya, Issuhersatyo (Division Head Human Capital Development PT. Bank BRI (Persero) Tbk.) memberikan gambaran mengenai Strategi Menghadapi Dunia Kerja di BUMN. Menurutnya, kita tidak akan berhenti belajar. Di samping lingkungan yang selalu berkembang, maka kita perlu berkembang beriringan juga.

“Penting untuk kita mempersiapkan diri semenjak bangku kuliah untuk terus mengembangkan kompetensi kita seiring dengan perkembangan teknologi. Apa yang dibutuhkan oleh kita semua? Ada 3 hal, yakni fokus ke human skill, be prepared for a lifetime of learning dan plan for multiple and many transitions,” ujar Issuhersatyo.

Para peserta kemudian mendapat pemahaman mengenai Strategi Menghadapi Dunia Kerja di Private Sector oleh Erlangga D.A. Gaffar (VP ICCA, In House Counsel PT Kideco Jaya Agung).

Highlight tips and trick fresh graduate, kita bisa meningkatkan value dengan memanfaatkan magang sebelum lulus, memanfaatkan jaringan alumni, meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai hukum. Penting diingat untuk terus meningkatkan kapasitas diri kita. Tapi, be ready to fail agar kita selalu menyediakan back up plan. Sebagai manusia yang adaptif, kita harus bisa mengantisipasi dengan banyak plan agar bisa survive,” jelasnya.

Pemaparan Erlangga menjadi materi komplementer dengan pemateri-pemateri sebelumnya. Terlebih Erlangga menekankan bahwa lulusan-lulusan perguruan tinggi ternama sebetulnya bukan “golden ticket” dengan banyak privilege. Melainkan kembali lagi kepada faktor penentu berupa skill yang akan sangat berdampak pada profesi karir.

Pemaparan materi ditutup oleh Haryo Utomo S (Managing Director PT Headhunter Indonesia) dengan materi mengenai Teknik Mengubah Mindset Sebelum Masuk ke Dunia Kerja.

Haryo memberikan paparan dengan perspektif yang berbeda dengan narasumber-narasumber lainnya. Ia menekankan kepada para mahasiswa untuk memiliki fokus utama dalam jangka long term dengan membangun pondasi karir jangka panjang dan berkelanjutan. Adapun kriteria penting yang dibutuhkan adalah knowledge, skills, experience dan character.

“Jangan berpikir untuk diri sendiri, melainkan pikirkan bagaimana kita dapat menebar manfaat bagi orang lain, karena akan sangat egois apabila ilmu yang didapatkan hanya digunakan untuk diri sendiri. Bagaimana cara kita menebar manfaat? Learn something, unlearn everything, and re-learn new things!” pungkas Haryo.

Sesi diskusi berjalan dengan interaktif. Para peserta dengan antusias aktif melontarkan pertanyaan kepada para narasumber. 

banner-square

Pilih Kategori Artikel yang Anda Minati

View Results

Loading ... Loading ...