Kupas Tuntas Hukum Investasi, Prof. Faisal Luncurkan Buku ke-15 dalam Rangka Transfer of Knowledge

24 November 2022 | 172

MediaJustitia.com: Bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta transfer of knowledge kepada mahasiswa, Prof. Dr. Faisal Santiago, S.H., M.M. rilis buku berjudul “Hukum Investasi dalam Amplifikasi Ekonomi Indonesia”.

Karya tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan kegiatan bedah buku yang terselenggara pada Rabu, 23 November 2022 di Universitas Borobudur (Unbor).

Dalam sambutannya, Rektor Unbor sekaligus panelis pertama, Prof. Ir Bambang Bernanthos, Msc., menuturkan bahwa kegiatan bedah buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh program pasca sarjana Universitas Borobudur untuk memacu kreativitas para dosen agar selalu meng-update ilmu dan pengetahuan.

“Semoga bermanfaat sebagai bahan edukasi bagi masyarakat dan juga sebagai bahan referensi bagi civitas akademika. Jangan pernah berhenti berkarya dan diharapkan untuk terus melahirkan buku-buku berkualitas di tahun-tahun berikutnya,” pesan Prof. Bambang.

Buku “Hukum Investasi dalam Amplifikasi Ekonomi Indonesia” merupakan buku ke-15 yang ditulis oleh Prof. Faisal.

Diketahui, Prof. Faisal telah mendedikasikan dirinya bagi dunia akademis sejak tahun 1994 dan telah dinobatkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum pada tahun 2006. Saat ini Prof. Faisal mengemban kepercayaan sebagai Ketua Program Doktor Hukum Unbor, Direktur Pascasarjana Unbor, Dewan Pengarah Justitia Training Center, Ketua Perkumpulan Konsultan Hukum dan pengacara Pertambangan Indonesia (PERKHAPPI), serta Anggota Dewan Pakar Korpri Nasional hingga 2027 mendatang.

“Dalam buku saya, saya mengupas mengenai permasalahan antara keterkaitan investasi dan ekonomi. Mengenai bagaimana berinvestasi di Indonesia, kemudian juga bagaimana agar tidak melanggar hukum investasi di Indonesia. Saya juga melakukan komparasi dengan berbagai negara terkait bagaimana investasi di negara tersebut,” jelas Prof. Faisal.

Wawancara Pro. Faisal bersama tim Media Justitia

Buku tersebut ditulis oleh Prof. Faisal lantaran dirinya merasa sangat sedih saat menguji sidang ekonomi selaku Direktur Pascasarjana. Hal ini disampaikan oleh Prof. Faisal dalam wawancara bersama tim Media Justitia.

“Banyak masyarakat yang ingin berinvestasi namun tidak mengerti dan tidak paham. Oleh karena itu saya menulis buku ini untuk mengedukasi masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan investasi, terutama apabila ada investor dari luar negeri. Masyarakat harus memahami dan memperhatikan bahwa investasi di Indonesia diatur dalam undang-undang, salah satunya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Faisal juga menjelaskan sedikit mengenai hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan Investasi. 

Pertama, sebelum berinvestasi, masyarakat harus mengetahui terlebih dahulu produk apa yang akan diinvestasikan. Kedua, perlu dilihat apakah ada payung hukumnya atau tidak, apabila tidak ada regulasinya, maka jangan coba-coba untuk berinvestasi. Ketiga terkait kemanfaatannya, apabila tidak ada manfaat (profit), maka menurut Prof. Faisal tidak perlu melakukan investasi.

Prof. Faisal berharap buku ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa, melainkan juga menjadi pacuan semangat bagi rekan sejawat untuk membuat buku sebagai bentuk eksplorasi pengetahuan dan transfer of knowledge kepada masyarakat.

Terlebih, kegiatan bedah buku Prof. Faisal merupakan role model pertama agar kedepannya setiap ada buku yang dirilis oleh para dosen, akan dilakukan bedah buku sebagai bentuk kepercayaan masyarakat.

Simak pendapat panelis yang terdiri atas Prof. Heru Subiyantoro, S.E.,Ph.D (Ketua Program Doktor Ekonomi Unbor), Irjenpol Dr. Ronny F. Sompie., S.H., M.H. (Analis Utama Dirjen Imigrasi dan Ketua IKA PDH Unbor), Dr. Darmadi Durianto (Anggota Komisi VI DPR RI), serta H. Ahmad Sahroni, S.E., M.Ikom (Wakil Ketua Komisi III DPR RI) di halaman berikutnya.

 

Pendapat Panelis

Foto bersama para panelis kegiatan Bedah Buku

Dengan dimoderatori oleh Dr. Tina Amelia, S.H., M.M., CLA., para panelis secara bergantian memberi komentar positif terhadap buku tersebut. 

Panelis kedua, Prof. Heru Subiyantoro, S.E.,Ph.D (Ketua Program Doktor Ekonomi Unbor) memberi penjelasan yang komprehensif terkait investasi dari segi ekonomi. Menurutnya, judul buku tersebut telah menggambarkan sifat buku yang multidisiplin dan secara pribadi Prof. Heru sangat tertarik dengan bab 6 yang membahas mengenai legal issue investasi dan penanaman modal di Indonesia.

Panelis ketiga, Irjenpol Dr. Ronny F. Sompie., S.H., M.H. (Analis Utama Dirjen Imigrasi dan Ketua IKA PDH Unbor) memberikan apresiasi kepada Prof. Faisal karena telah menjadi teladan. Menurutnya, Prof. Faisal telah mampu menuangkan wawasan bagi calon investor dengan memberi semangat untuk mengantisipasi persoalan hukum dalam berinvestasi. Hal tersebut dituangkan dalam bentuk pembahasan pasal-pasal yang umumnya digunakan dalam persoalan hukum investasi. Meskipun demikian, Ronny berharap Prof. Faisal dapat memberikan contoh-contoh yang lebih praktikal lagi agar semakin mudah untuk dipahami.

Panelis keempat, Dr. Darmadi Durianto (Anggota Komisi VI DPR RI) merasa bahwa urutan pembahasan buku sudah bagus, sehingga investor atau pembaca bisa memahami buku dengan mudah.

“Diawali dengan pembahasan hukum investasi, kemudian teori dan terkait perizinan juga dibahas, ada juga politik hukumnya, komparasi dengan negara lain, serta legal issue. Di buku ini banyak yang dibahas, sudah sempurna dan menarik untuk dibaca. Namun akan lebih baik lagi apabila membahas juga mengenai Lembaga Pengelola Investasi (LPI) serta terkait pembentukan satuan tugas berdasar Keputusan Presiden No. 11 Tahun 2021,” ujarnya.

Panelis terakhir adalah H. Ahmad Sahroni, S.E., M.Ikom (Wakil Ketua Komisi III DPR RI). Menurutnya buku tersebut sangat menarik karena membahas mengenai hukum investasi yang unik di Indonesia. Di mana pertumbuhan ekonominya dipengaruhi juga oleh attitude secara personal dan juga emotional quantum. Kestabilan ekonomi sebagai salah satu faktor penyebab investor datang sangat dipengaruhi oleh attitude dan emotional.

“Buku ini luar biasa apabila diimplementasikan ke masyarakat luas, karena masyarakat membutuhkan edukasi. Izin, Prof., sepertinya 15 buku masih kurang, masih ada 5 buku lagi ke depan untuk menggenapkan menjadi 20,” sambung Ahmad Sahroni.

banner-square

Pilih Kategori Artikel yang Anda Minati

View Results

Loading ... Loading ...