28 April 2020

Ravio Patra Lapor Ke Polisi Terkait Dugaan Peretasan WhatsApp

Ravio Patra didampingi tim pengacara dari Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus melaporkan kasus peretasan ke Polda Metro Jaya (istimewa).

MediaJustitia.com: Peneliti kebijakan public dan pegiat demokrasi, Ravio Patra bersama tim kuasa hukumnya melaporkan dugaan peretasan akun WhatsApp miliknya ke Polda Meto Jaya pada Selasa, (28/4).

“Melaporkan peretasan akun WhatsApp miliknya yang terjadi pada 22 April lalu,” kata Direktur LBH Pers Ade Wahyudi dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Dalam laporan bernomor TBL/2528/IV/YAN 2.5/2020 SPKT PMJ itu, Ravio melaporkan dugaan tindak pidana peretasan atau menerobos sistem elektronik sebagaimana pasal 30 ayat (3) jo 46 ayat (3) UU 19 tahun 2016 tentang ITE. Adapun pihak terlapor masih dalam proses lidik oleh kepolisian. 

Ade berharap dengan laporan ini, pihak kepolisian bisa segera mengungkap pelaku peretasan akun WhatsApp milik Ravio.

“Ravio berharap agar polisi segera memproses kasus ini sehingga terungkap siapa peretas dan apa maksud tujuannya,” kata Ade. 

Selain membuat laporkan ke polisi, Ravio melalui kuasa hukumnya juga berencana membuat laporan resmi kepada provider selular. Sebab, peretasan WhatsApp itu dilakukan melalui ponsel miliknya. 

Sebelumnya, Ravio ditangkap intel kepolisian saat tengah bersama warga Belanda berinisial RS pada Rabu (22/4) malam. Alasan penangkapan tersebut berkaitan dengan pengiriman pesan berantai lewat pesan singkat Whatsapp yang dikirim dari nomor milik Ravio yang diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan penangkapan Ravio berdasarkan laporan polisi nomor LP/473/IV/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Laporan diduga dilakukan oleh internal Polri.

Namun, usai menjalani pemeriksaan, Ravio akhirnya dibebaskan pada Jumat (24/4) dengan status sebagai saksi. Menurut Dwiasi, alasan Ravio berstatus sebagai saksi lantaran penyidik masih membutuhkan keterangan pihak lain.

Baca Juga

Pusat Studi Terkait

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *